Kiai Pati sodomi

Lepas dari kasus pemerkosaan dan pembunuhan di Batukliang Lombok Tengah, Divisi Hukum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi, SH, menyatakan saat ini pihaknya tengah mengungkap kasus anak SD PATI saling sodomi di Mataram.

“Ada kasus yang sedang coba kita ungkap di wilayah Mataram. Anak-anak SD ini saling sodomi,” jelasnya pada suarantb.com, Senin, 20 Februari 2017.

Diyakini Joko, ada pelaku dewasa di balik tindakan saling sodomi yang dilakukan siswa Sekolah Dasar ini.

“Saya agak sulit menerima kalau pelakunya hanya anak-anak saja, tidak ada pelaku dewasa. Karena saya yakin anak-anak ini menjadi korban kemudian menjadi pelaku,” ulasnya.

Kasus ini sangat memprihatinkan, sebab siswa yang menjadi pelaku dan korban adalah siswa SD kelas 3 dan 4. Hasil pemeriksaan tiga siswa yang menjadi korban juga menunjukkan hasil yang positif.

 

Baca juga:  Kyai pati sodomi

Kasus Anak SD Saling Sodomi Terjadi di Mataram

Mataram (suarantb.com) – Lepas dari kasus pemerkosaan dan pembunuhan di Batukliang Lombok Tengah, Divisi Hukum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi, SH, menyatakan saat ini pihaknya tengah mengungkap kasus anak SD saling sodomi di Mataram.

“Ada kasus yang sedang coba kita ungkap di wilayah Mataram. Anak-anak SD ini saling sodomi,” jelasnya pada suarantb.com, Senin, 20 Februari 2017.

Diyakini Joko, ada pelaku dewasa di balik tindakan saling sodomi yang dilakukan siswa Sekolah Dasar ini.

“Saya agak sulit menerima kalau pelakunya hanya anak-anak saja, tidak ada pelaku dewasa. Karena saya yakin anak-anak ini menjadi korban kemudian menjadi pelaku,” ulasnya.

Kasus ini sangat memprihatinkan, sebab siswa yang menjadi pelaku dan korban adalah siswa SD kelas 3 dan 4. Hasil pemeriksaan tiga siswa yang menjadi korban juga menunjukkan hasil yang positif.

Baca juga:  Oknum Tukang Becak Diduga Cabuli Bocah di Kamar Mandi Masjid

“Dari hasil visum sudah kelihatan anusnya sudah rusak,” katanya.

Menurut pengakuan Joko, dari kasus-kasus yang ditanganinya tak jarang kekerasan seksual terhadap anak dilakukan oleh teman sebaya. Yang awalnya dianggap sebagai hal yang bersifat main-main.

“Seperti kasus ini, dianggap hanya main-main saja itu saling sodomi, padahal ini kan ndak boleh,” tandasnya.

Anak-anak yang menjadi pelaku kekerasan seksual seperti sodomi, diakuinya sudah bisa disebut memiliki kelainan seksual.

“Anak-anak ini sudah bermasalah, kalau anak saling sodomi itu berarti ada kelainan. Orientasi seksualnya sudah berubah,” jelasnya.

Meski anak terlibat sebagai pelaku dalam kasus kekerasan seksual, Joko tetap mengkategorikan mereka sebagai korban.

“Anak bukan masuk dalam kategori pelaku, tapi juga menjadi korban. Akan tetap kita bina sama seperti anak yang menjadi korban. Justru pola pengasuhan orang tua dan pendidikan yang harus diperbaiki,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *